Rabu, 28 November 2012

Bagaimana Fisika Partikel Menguraikan Fenomena Dasar Alam Semesta

Assalamualaikum Wr. Wb..

Sekarang kita bahas Fisika yuk......

Keren kan judulnya ???

Kita itu hidup di dunia ini tidak terlepas dari ilmu-ilmu Science ternyata....

kita bahas dari awal yah.... :))

Apa itu Fisika Partikel 

Fisika Partikel adalah fenomena alam yang terjadi pada level subatomik. Objektif dari Fisika Partikel adalah mencari jawaban atas dua pertanyaan kunci: (1) Apa elemen fundamental dari material, dan (2) bagaimana mereka berinteraksi. Ilmu dan pemahamanan ini kemudian disimpulkan dalam sebuah Model Acuan (Standard Model). 

Daerah jarak kerja Fisika Partikel sangat kecil, dalam orde fm (femto meter, 1 fm = 10E-15 m atau sepuluh pangat minus lima belas meter). Ini adalah skala subatomik. Sebaliknya, daerah energi kerja Fisika Partikel sangat besar, dalam orde 10E15 eV. Sebagai pembanding, jarak kerja ilmu material dalam orde amstrong (1A = 10E-10 m), dengan energi kerja order 10E-5 eV. 

Pencarian Partikel Pembangun Materi: dari Atom ke Quark 

Elemen fundamental didefenisikan sebagai elemen dasar penyusun alam semesta, disebut juga partikel dasar atau partikel pembangun materi karena kombinasi partikel inilah materi tersusun. Dalam perhitungan para teoritis, partikel dasar ini dipandang sebagai partikel titik. 

Kepentingan untuk mengetahui partikel ini tergambar dalam kuliah Richard Feynman (Nobelis 1965) di hadapan para mahasiswanya: 

Å«ika seandainya kehancuran dahsyat pada peradapan & pengetahuan manusia, dan cuma hanya 1 kalimat pendek yang bisa diwariskan ke generasi selanjutnya, apakah kalimat pendek yang paling informatif itu? Jawaban: Teori atom, bahwa materi terbentuk oleh atom-atom!. 

Feyman sama sekali tidak salah. Pengetahuan bahwa materi tersusun oleh atom-atom akan memudahkan generasi berikutnya untuk cepat tanggap: bahwa untuk memahami sifat-sifat materi secara lengkap maka harus diketahui dari apa mereka terbuat dan dipelajari bagaimana penyusun materi itu berinteraksi. 

Pandangan bahwa atom adalah partikel titik dan tak bisa dibagi lagi dipostulatkan oleh John Dalton pada tahun 1803. Sayangnya, Atom itu bukanlah elemen fundamental. Berturut-turut penemuan elektron oleh J. J. Thomson (1897), inti atom dan proton oleh Rutherford (1911), dan neutron oleh Chadwick (1932) meruntuhkan postulat atom sebagai partikel titik. Elekron kemudian diketahui adalah salah satu elemen fundamental penyusun materi. Partikel-partikel dengan ukuran kecil dari atom (seperti netron, proton, dan elektron) disebut partikel subatomik. 

Pada tahun 1964 Murray Gell-mann dan George Zwei mempublikasikan proposal baru tentang partikel titik. Perilaku ratusan partikel dapat dijelaskan sebagai kombinasi dari elemen fundamental yang bernama: QUARK. Quark bersama elektron kemudian menjadi 2 partikel pembentuk materi pertama yang ditemukan. 

Gell-mann mendapat hadiah Nobel tahun 1969 atas sumbanganya mengklasifikasi elemen fundamental. Keberadaan quark kemudian terbukti lewat beberapa eksperimen dengan metoda scattering

Anti Partikel 

Anti partikel pertama kali diramalkan oleh Dirac dalam persamaan Dirac. Persamaan Dirac adalah persamaan yang berhasil mengawinkan konsep relativitas khusus dengan mekanika kuantum. Persamaannya yang dipublikasikan pada tahun 1928 ini memperbaiki persamaan Schrodinger yang tidak bisa dipakai untuk kasus relativisik. Kasus relativistik adalah melibatkan kecepatan mendekati kecepatan cahaya. Elektron misalnya, pada kenyataannya bergerak mendekati kecepatan cahaya. 

Dipostulatkan bahwa setiap partikel memiliki anti partikel, memiliki sifat yang sama kecuali muatannya berbeda. Misalnya positron adalah anti partikel dari elektron, memiliki massa, ukuran, mematuhi semua hukum konservasi yang juga dipatuhi elektron, namun muatannya adalah positif. 

Apa yang terjadi apa bila partikel bertemu dengan anti partikelnya? Inilah yang disebut proses penghilangan (annihiliation process Energi. Energi ini biasanya dibawa oleh partikel khusus (partikel ini adalahà): Partikel + Anti partikel exchange particle untuk masing-masing interaksi ¡¦dibahas pada bagian berikutnya), misalnya  photon (disebut jugaàdalam contoh elektron + positron pair annihilation). Sesuai hukum kekekalan energi, maka photon ini juga akan bisa menghasilkan elektron + postiron (disebut pair production). 

Keberadaan anti partikel itu pertama kali dibuktikan oleh Carl Anderson pada tahun 1932 di Fermilab, Chicago Amerika Serikat. Anderson menembakkan partikel bermuatan ke dalam bubble chamber yang berisi superheated liquiddan dikelilingi medan magnet. Partikel akan meninggalkan jejak pada uap cairan tersebut, dan partikel bermuatan akan dibelokkan oleh medan magnet. Arah belok partikel selalu berlawanan arah dengan anti partikelnya. Carl Anderson meraih penghargaan Nobel pada tahun 1935 atas sumbangannya itu. 

Pada awal penciptaan alam semesta, jumlah partikel dengan anti partikelnya adalah sama, mereka berada dalam keadaan setimbang. Sekarang, jumlah anti partikel jauh lebih sedikit daripada partikelnya. Inilah yang disebut dengan “masalah materi ¡¦anti materi”, satu dari beberapa PR besar fisikawan. 

Konsep Partikel Pembangun Materi 

Sejauh ini, sudah diketahui beberapa fundamental elemen atau partikel dasar (elementer particle) yang membentuk materi. Mereka diklasifikasikan atas 2 jenis: quark dan lepton

Quark ini memiliki 6 tipe atau flavors (dikategorikan dalam 3 famili atau generasi): up/down, charm/strange, dan top/down. Semua materi di alam semesta kita dibentuk oleh kombinasi quarks ini: kombinasi quark-anti quark membentuk meson, dan tiga kombinasi quark membentuk baryon. Baru-baru ini ditemukan bukti keberadaan lima kombinasi quark membentuk partikel, disebut jenis pentaquark. Proton dan Netron, dua partikel subatom yang kita kenal, adalah contoh jenis baryon. 

Sebagaimana quark, lepton juga memiliki 6 tipe (juga dikelompokkan dalam 3 famili atau generasi): elektron/elektron-neutrino, muon/muon-neutrino, dan tau/tau-neutrino. 

Kombinasi proton-neutron-elektron membentuk atom, kombinasi atom membentuk molekul, kumpulan molekul membentuk senyawa atau campuran ataupun larutan yang secara kasat mata bisa kita lihat. 

Interaksi Fundamental Alam Semesta 

Fenomena interaksi antar partikel dijelaskan dengan keberadaan partikel pembawa interaksi yang saling dipertukarkan oleh partikel-partikel terlibat. 

Apa yang terjadi ketika dua orang ini saling melempar dan menerima bola? mereka saling menjauh. Fenomena ini dijelaskan sederhana oleh Hukum III Newton Aksi-Reaksi. Interaksi antar partikel bisa dijelaskan dari fenomena yang sama: partikel A dan B berinteraksi dengan saling mempertukarkan sebuah partikel; partikel ini disebut sebagai exchange particle

Ada empat interaksi fundemental: interaksi gravitasi (gravitational interaction), interaksi elektromagnetik (electromagnetic interaction), interaksi lemah (weak interaction), dan interaksi kuat (strong interaction). Setiap interaksi memiliki partikel pembawa interaksi khusus, yang cuma bisa bekerja spesifik pada interaksi tertentu. Kita akan bahas secara singkat satu per persatu masing-masing interaksi tersebut. 

Interaksi gravitasi membuat benda jatuh ke tanah dan juga pegerakan planet dan galaksi. Makin masif benda maka makin besar dia merasakan interaksi gravitasi; sebaliknya makin jauh jarak dua benda maka makin berkurang interaksi gravitasi bekerja. Karena itulah, pada skala mikrokosmik (level partikel) maka interaksi ini bisa diabaikan. Interaksi gravitasi dijelaskan oleh Teori Relativitas Umum Einstein. Partikel pembawa interaksi ini adalah graviton, eksis secara teori namun belum ditemukan sejauh ini dalam eksperimen. 

Interaksi elektromagnetik menyebabkan semua fenomena menyangkut listrik dan magnetik; nyaris seluruh teknologi yang ada sekarang berdasarkan interaksi ini. Interaksi elektromagnetik dijelaskan oleh Quantum Electrodynamics (QED), dimana Richard Feynman, Julian Schwinger, dan Sin-itiro Tomonaga berbagi hadiah nobel untuk hal ini di tahun 1965. Sejauh ini, QED adalah teori kuantum yang paling sukses yang pernah ada; kecocokannya dengan eksperimen ibarat mengukur jarak Bandung-Surabaya dengan ketelitian helaian rambut. Partikel pembawa interaksi adalah foton, atau partikel cahaya, yang dipostulatkan oleh Max Planck pada awal 1900 dan ditemukan oleh Einstein pada 1905 lewat percobaan efek fotoelektriknya. Einstein meraih Nobel pada 1922 untuk percobaannya ini. 

Interaksi lemah terjadi pada skala subatomik, bertanggung jawab pada peluruhan radioaktif seperti peluruhan beta. Sheldon Glashow, Abdus Salam, dan Steven Weinberg (hadiah nobel 1979) membuat teori umum untuk interaksi lemah dan secara menakjubkan berhasil membuat teori unifikasi interaksi elektromagnetik dan weak: electroweak unification theory. Trio ini juga memprediksi partike W dan Z sebagai exchange particle dalam interaksi lemah, yang kemudian ditemukan 3 tahun kemudian oleh Carlo Rubbia dan Simon van der Meer (hadiah nobel 1984). 

Interaksi kuat juga terjadi pada skala subatomik namun cuma dirasakan oleh quark. Nobel Fisika 2004 jatuh pada tema ini; Trio nobel 2004 mempublikasikan temuan mereka pada tahun 1973 perihal gluon (dari kata glue atau lem) sebagaiexchange particle dalam interaksi kuat. Temuan ini memulai sebuah teori baru dalam teori medan kuantum: Quantum Chromodynamic (QCD), teori khusus untuk mempelajari fenomena dalam interaksi kuat. 

Gluon ini memiliki sifat yang berbeda dengan partikel pembawa interaksi lainnya, mereka bisa berinteraksi sesama mereka. Interaksi antar gluon ini berkurang ketika jarak antar quark berkurang, akibatnya interaksi antar quark berkurang. (Ini tentu berbanding terbalik dengan interaksi elektromagnetik yang berbanding terbalik dengan jarak antar partikel). Sebaliknya, jika jarak jarak antar quark bertambah maka interaksi antar gluon meningkat, sehingga interaksi antar quark bertambah. Ini membuat quark tidak bisa dipindahkan dari inti atom; hal ini pula-lah yang membuat proton-proton tidak saling tolak-menolak dalam inti atom walau sama-sama bermuatan positif. Sifat ini disebut “kebebasan asimptotik”. 

Sifat lain dari quark ini dalam teori QCD adalah nomor kuantum “warna” ¡¦sebagaimana pelabelan spdf pada nomor kuantum elektron. Warna itu sendiri adalah identitas quark (ibarat muatan pada elektromagnetik), yang membuat quark mematuhi Larangan Pauli: tidak ada partikel yang identik berada pada level energi yang sama. Proton misalnya, terbuat dari 2 quark up dan 1 quark down, namun 2 quark up ini dipastikan memiliki warna yang berbeda. Jika tidak, maka Larangan Pauli dilanggar. 

Sifat-sifat ini menjelaskan kenapa quark tidak pernah diamati sebagai partikel bebas (free particle). Keterjebakannya bersama quark yang lain disebutconfinement of quark. Salah satu cara melihat confinement of quark ini disebut bag model. Bayangkan para quark ini berada dalam satu tas plastik yang elastis, dimana para quarks bergerak bebas di dalamnya, selama kita tidak mencoba memisahkan mereka. Tapi ketika kita mencoba menarik satu quark keluar, tas plastik itu merenggang dan bertahan (agar tidak sobek). Ketika pemberian energi untuk memisahkan mereka makin besar, yang terjadi justru terbentuknya partikel jenis meson! 

Beberapa eksperimen sudah menunjukkan banyak kesepakatan dengan ramalan QCD, dan yang paling penting adalah ramalan teori QCD terhadap konstanta kopling (simbol: alfa). 

Model Standar dan Unifikasi Semua Teori 

Semua ilmu dan pemahaman Fisika Partikel ini dirangkum dalam sebuah model yang menggambarkan partikel dasar dan interaksinya: Acuan Model. Sampai saat ini sudah banyak fenomena partikel yang sudah dimengerti lewat model ini. Ratusan partikel sudah diprediksi berserta sifat-sifatnya, dan banyak sekali yang cocok dengan hasil eksperimen. 

Temuan Gross dan kawan-kawan ini semakin mendekatkan impian para ahli fisika teoritis seluruh dunia: membuat satu teori untuk menjelaskan 3 interaksi dasar partikel (elektromagnetik, lemah, dan kuat) yaitu Teori Unifikasi Agung (atau Grand Unified Theory, GUT). 

Teori QCD, bersama-sama teori QED dan teori unifikasi Electroweak, semakin menyempurnakan Model Standar ini. Ketiga teori ini menunjukkan sebuah kemungkinan adanya satu teori bersama (GUT) pada partikel dengan energi 10E15 GeV (10 pangkat 15 GeV, 1 GeV = 10E9 eV). Angka ini adalah sangat ekstrim tinggi bahkan dilingkungan Fisika Energi Tinggi (High Energy Physics) sekalipun! Pemercerpat partikel terbaik buatan manusia hanya sanggup menghasilkan partikel dengan energi orde MeV (10E6 eV). 

Namun kalkulasi ini memerlukan satu asumsi lagi: supersimetri partikel. Jika asumsi ini terbukti, maka Teori Unifikasi Agung ini adalah langkah terakhir untuk menyatukan interaksi terakhir, interaksi graviatasi, dalam satu teori: Theory of Everything (ToE), atau Teori Segalanya, impian Einstein semenjak 1920 yang tidak pernah dia capai sampai akhir hayatnya.

 

Oke segitu dulu yah....

bye...

Wassalamualaikum Wr. Wb..

 

Apa itu Hadiah Nobel

Assalamualaikum Wr. Wb... 

Kita ketemu lagi nih di postingan keberapa ayo ???

ke empat atau ke lima yah???

hehehhehe..... langsung aja yuk ............


Sekarang kita bahas mengenai hadiah nobel yuk ........

Tahu gak ???

ini juga impian ku dari dulu lho.... yaitu pengen banget dapet hadiah nobel.... heheheh


kita langsung aja yuk,,, ntar malah jadi curhat lagi... heheheh

ini dia aku ambil dari internet..

 

Sumber: Berita Iptek

 

Setiap tanggal 10 Desember Stockholm menjadi perhatian dunia. Di kota yang dingin tersebut, puluhan ilmuwan kelas dunia berkumpul untuk menyaksikan pemberian hadiah Nobel kepada para ilmuwan yang dinggap telah berjasa memberikan kontribusi penting dalam perkembangan sains. Setiap penerima hadiah Nobel tidak hanya mendapat imbalan finansial yang besar, tetapi juga tercatat namanya dalam sejarah dunia sains. Tidak heran jika para ilmuwan dunia berlomba-lomba agar dapat masuk dalam catatan sejarah bergengsi tersebut. Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 1901, Nobel telah menjadi ajang kompetisi sains yang keras dan tidak jarang penuh intrik.

Nobel memang menggiurkan karena memberi nama harum tidak hanya bagi penerimanya, tapi juga bagi negara asal pemenang hadiah tersebut. Telah lama para ilmuwan Indonesia memimpikan munculnya pemenang Nobel asal Indonesia. Perguruan tinggi seperti ITB secara diam-diam memiliki ambisi untuk melahirkan pemenang Nobel. 

Upaya untuk mendapatkan Nobel juga dilakukan beberapa ilmuwan tanah air lewat berbagai cara. Bahkan ada yang mentargetkan hadiah Nobel pada tahun 2020. Dengan mengikuti berbagai olimpiade sains, mereka mengharapkan akan muncul bibit-bibit unggul ilmuwan Indonesia yang berkiprah dalam tingkat dunia. 

Ambisi untuk mendapatkan hadiah Nobel didasarkan pada asumsi sekaligus harapan bahwa pemberian Nobel bagi ilmuwan Indonesia akan berdampak pada perkembangan sains di tanah air. Pandangan ini menurut saya salah kaprah. Nobel bukanlah sebab, melainkan akibat. Berhasilnya seorang ilmuwan mendapatkan Nobel adalah hasil dari bekerjanya institusi sains di mana ilmuwan itu berada. 

Nobel bukan penghargaan yang diberikan seperti lomba balap karung. Artinya yang dinilai bukanlah karya yang dihasilkan semalam suntuk, melainkan melalui proses evaluasi atas seluruh hasil kerja sang ilmuwan dan dampaknya terhadap bidang yang digelutinya. Tidak heran jika penerima Nobel pada umumnya ilmuwan yang telah berkecimpung pada satu bidang tertentu selama puluhan tahun. 

Dengan kata lain, karya yang berkualitas Nobel sangat tergantung pada proses berkarya sang ilmuwan. Di sini dapat dilihat bahwa sistem atau institusi sains di mana ilmuwan itu berada sangat berpengaruh dalam menentukan apakah seseorang ilmuwan mampu menghasilkan karya berkualitas Nobel atau tidak. 

Mentargetkan hadiah Nobel memang tidak salah. Tetapi mungkin ini kedengaran sedikit lucu karena Amerika Serikat yang merupakan negara penerima hadiah Nobel terbanyak tidak pernah membuat target semacam itu. Bahkan perguruan tinggi ternama seperti MIT, Harvard, maupun Caltech tidak memiliki program khusus mendapatkan Nobel. Mereka banyak memiliki professor penerima Nobel karena sistem insentif dan kondisi yang kondusif yang dinikmati para peneliti di situ. Tidak jarang ilmuwan penerima Nobel justru tadinya bekerja di perguruan tinggi lain lalu pindah (tepatnya dibajak) ke salah satu perguruan tinggi ternama tersebut. 

Siapapun akan bangga jika seorang ilmuwan Indonesia berhasil mendapatkan hadiah bergengsi tersebut. Tetapi ambisi mendapatkan hadiah Nobel hanya membelokkan kita dari realitas di mana yang perlu dibenahi terlebih dahulu adalah institusi sains itu sendiri. Sejenius apapun seorang ilmuwan jika dia berada pada sistem yang tidak kondusif maka Nobel hanyalah sebuah impian. 

Karena itu akan jauh lebih penting jika perhatian terhadap sains di tanah air difokuskan tidak pada ambisi prestisius tetapi pada persoalan bagaimana institusi sains kita dapat bekerja baik dan memberikan kontribusi langsung bagi masyarakat. 

Berbagai permasalahan ekonomi, sosial, dan kesehatan yang dihadapi Indonesia saat ini membutuhkan perhatian serius dari para ilmuwan kita. Dibutuhkan kesadaran para ilmuwan kita untuk mau berpikir secara pragmatis agar institusi sains kita mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat luas. Bisa jadi inilah jalan yang paling tepat bagi ilmuwan Indonesia menuju Stockholm.

 

Segitu aja dulu ....

bye....


Wassalamualaikum Wr. Wb..
 

Selasa, 27 November 2012

Sains Forensik

Assalamualaikum Wr. Wb.

Hallo !!!

Ketemu lagi nih di postingan yang keberapa yah ???
mmmmm.... gak penting deh yah kayanya..
Langsung aja yuk !!!

Alasan saya ngambil judul ini dan ngebahas ini karena ini adalah salah satu bidang yang menarik hati saya.
Kenapa????
Karena dari dulu saya selalu ingin berurusan dengan peristiwa pembunuhan, keracunan dan hal-hal menyeramkan lainnya..
Ngeri ya keinginan saya ??? 
Ya begitulah saya... Saya itu orangnya gampang penasaran dan paling mesti dan harus tahui kalau ada yang terjadi..
 Lho kok saya jadi curhat yah???
hihihihihi....

Oke deh kita langsung aja yah ....
Artikel ini sebagian besar saya ambil di wikipedia dan beberapa sumber lainnya di internet dan buku yang pernah saya baca....

Selamat membaca ya.... !!!!


Forensik (berasal dari bahasa Latin forensis yang berarti "dari luar", dan serumpun dengan kata forum yang berarti "tempat umum") adalah bidang ilmu pengetahuan yang digunakan untuk membantu proses penegakan keadilan melalui proses penerapan ilmu atau sains. Dalam kelompok ilmu-ilmu forensik ini dikenal antara lain ilmu fisika forensik, ilmu kimia forensik, ilmu psikologi forensik, ilmu kedokteran forensik, ilmu toksikologi forensik, ilmu psikiatri forensik, komputer forensik, dan sebagainya.

Sains forensik merupakan satu bidang sains yang menjalankan kajian ke atas penyiasatan jenayah dengan menggunakan ilmu sains seperti kimia, biologi, fizik, teknologi maklumat, dan sebagainya. Akan tetapi, bidang ini telah diperluaskan sehingga menggunakan ilmu sains sosial dalam penyiasatannya seperti perakaunan dan ekonomi.

Teori sains forensik

  • Teori Sentuhan: ia diperkenalkan oleh Locard yang menyatakan bahawa "every contact leaves trace". Adalah dipercayai bahawa setiap sentuhan antara dua objek akan meninggalkan kesan iaitu barang kes. Kesan ini akan dicari dan dikumpulkan oleh pihak berkuasa iaitu polis untuk melakukan penyiasatan melalui analisis, biasanya analisis kimia.
  • Teori individualistik: setiap barang kes adalah tidak sama walaupun ia dihasilkan oleh kilang yang sama. Teori ini diterima pakai untuk membuat perbandingan antara dua objek yang disyaki sama atau daripada sumber yang sama. Contohnya, dua cebisan kaca dipadankan pinggirnya untuk mengetahui sama ada mereka adalah daripada sekeping kaca yang sama sebelum ia dipecahkan. Jika dua kaca adalah daripada sumber yang asal, maka ciri-ciri individualistik akan wujud dan tiada kaca lain dapat menghasilkan padanan pinggir yang sama.
 Sampai ketemu di postingan selanjutnya yah .....!!!

Bye bye ..... !!!

 Wassalamualaikum Wr. Wb.

Sepuluh Penemuan "Tak Disengaja" di Bidang Kimia

Assalamualaikum Wr. Wb...

Halo !! Ketemu lagi nih kita ...

Ini udah postinganku yang ketiga...

Sudah baca judulnya kan ??? (hihihihih yaudah dong pastinya)

Seperti mungkin yang ada dalam pikiran kalian, ketika saya membaca judulnya saya langsung penasaran. Judul aslinya sih ini "Sepuluh Penemuan Serendipiti (Tak Disengaja) di Bidang Kimia".
Baru denger kan kata yang saya tebelin itu..??
Saya juga baru denger.. heheheh

Oke deh ... langsung aja yah... keburu penasaran.. Ntar yah kata SERENDIPITI itu kita bahas nanti aja.. oke oke ??

1. Archimedes: Pelari Telanjang
Jadi gini nih ceritanya..
Hero, raja Sirkus, memberikan tugas pada Archimedes untuk menentukan apakah mahkota emas miliknya asli atu si tukang emas telah menggantinya dengan aloi (lakur) dan mengorupsi emasnya. Saat itu Archimedes mengetahui tentang kerapatan, dan dia tahu kerapatan emas murni. Hebat yah Archimedes padahal dia itu Matematikawan lho.... hihihi..
Lanjut ya....
Oh ada masalah ternyata nih.. Walaupun dia tahu bagaimana mengukur berat mahkota, dia tidak tahu bagaimana mengukur volumenya agar dapat menghitung kerapatannya.

Diapun akhirnya mandi di pemandian umum untuk menenangkan diri. Disaat menceburkan diri ke bak yang penuh air dan melihat air yang tumpah, dia sadar bahwa volume tubuhnya terendam sama dengan volume air yang tumpah. Dia begitu senang akhirnya menemukan jawaban untuk mengukur volume mahkota. Saking senengnya dia berlari ke rumah sambil telanjang di sepanjang jalan, berteriak ""Eureka, Eureka!" (Saya telah menemukannya!). Dan metode untuk menentukan volume benda padat tak beraturan ini masih digunakan sampai sekarang.


2. Vulkanisasi Karet

Karet, dalam bentuk getah, ditemukan di awal abad ke-16 di Amerika Selatan, tetapi tidak banyak diterima karena menjadi lengket dan kehilangan bentuknya ketika panas.
Charles Goodyear sedang mencoba mencari suatu cara untuk membuat karet stabil ketika secara tak sengaja dia menumpahkan karet yang bercampur dengan sulfur ke kompor yang panas. Dia melihat bahwa senyawa yang dihasilkan tidak kehilangan bentuknya ketika dipanaskan. Goodyear mematenkan proses vulkanisasi, yang merupakan proses kimia yang digunakan untuk mengolah karet mentah atau sintetik atau plastik untuk memberinya sifat yang berguna seperti kelenturan, kekuatan, dan stabilitas.

3. Molekul-molekul Berputar Ke Kanan dan Ke Kiri

Pada tahun 1884, industri anggur Prancis meminta Louis Pasteur untuk mempelajari suatu senyawa yang tertinggal di tong-tong anggur selama fermentasi-asam rasemat. Pasteur tahu bahwa asam rasemat identik dengan asam tartarat, yang diketahui aktif secara optis-yaitu, memutar cahaya terpolarisasi ke satu arah atau arah yang lain.
Ketika Pasteur mengamati garam dari asam rasemat di bawah mikroskop, dia melihat ada dua jenis kristal dan keduanya saling membentuk bayangan cermin. Dengan menggunakan penjepit, Pasteur berusaha keras memisahkan kedua jenis kristal itu dan memastikan bahwa keduanya aktif secara optif, memutar cahaya terpolarisasi dengan jumlah yang sama tetapi ke arah yang berbeda. Penemuan ini membuka suatu bidang baru dalam ilmu kimia dan menunjukkan betapa pentingnya geometri molekul terhadap sifat-sifat molekul.

4. William Perking dan Pewarna Lembayung

Pada tahun 1856, William Perkin, seorang siswa di Royal College of chemistry di London, memutuskan untuk tetap di rumah selama liburan Paskah dan bekerja di laboratoriumnya untuk menyintesis kina.
Selama melakukan percobaannya, Perkin menghasilkan beberapa kotoran berwarna hitam. Saat sedang membersihkan tabung reaksi dengan alkohol, dia mengamati bahwa kotoran itu larut dan mengubah warna alkohol menjadi lembayung. Ini adalah sintesis dari pewarna buatan yang pertama. Seperti sudah ditakdirkan, tahun itu menjadi milik pewarna buatan itu, dan dengan cepat mendapatkan banyak pesanan. Kemudian Perkin berhenti sekolah dan dengan bantuan orang tuanya yang kaya, membangun pabrik untuk menghasilkan zat pewarna itu. Seandainya cerita itu hanya berhenti sampai di sini, pengaruhnya tidak akan besar terhadap sejarah. Akan tetapi, orang Jerman melihat potensi dari industri kimia ini dan menanamkan sebagian besar waktu dan sumber dayanya ke industri ini. Mereka mulai mengumpulkan dan mencari tahu pasokan senyawa-senyawa kimia dalam jumlah esar, dan dengan cepat Jerman memimpin dunia dalam penelitian dan pembuatan zat kimia.

5. Kekule : Mimpi yang Indah

Friedrich Kekule, seorang kimiawan Jerman, sedang mengerjakan rumus bangun (struktur) benzena, C6H6, di pertengahan tahun 1860-an. Di suatu malam yang telah larut dia sedang duduk di depan perapian apartemennya. Dia mulai tertidur dan bermimpi melihat sekolompok atom sedang menari-nari di nyala api seperti ular. Kemudian, tiba-tiba, salah satu ular mambentuk lingkaran atau cincin. Pemandangan ini mengejutkan Kekule sampai membuatnya langsung terbangun dan dia menyadari bahwa benzena mempunyai satu struktur cincin. Dia melanjutkan bekerja semalaman menyelesaikan akibat dari penemuannya ini. Model Kekule untuk benzena membuka jalan ke pengkajian senyawa aromatik modern.

6. Menemukan Radioaktivitas

Pada tahun 1856, Henri Becquaerel sedang meneliti phosphorescence (pemendaran) mineral-mineral tertentu ketika terpapar cahaya. Dalam percobaannya, dia mengambil satu cuplikan mineral, meletakkannya di atas sebuah lempeng fotografi terbungkus yang berat dan memaparkannya di bawah sinar matahari yang kuat.
Dia sedang bersiap-siap untuk melakukan salah satu dari percobaan ini ketika awan menyelimuti Paris. Bacquerel meletakkan sebuah cuplikan mineral di atas lempengan itu dan menyimpannya ke dalam laci. Beberapa hari kemudian, dia terkejut, menemukan citra kristal yang cerah meskipun kristal itu tidak dipapar dengan cahaya. Cuplikan mineral tersebut mengandung Uranium. Bacquerel telah menemukan radioaktivitas.

7. Penemuan Teflon

Roy Plunkett, seorang kimiawan Du Pont, menemukan teflon pada tahun 1938. Dia sedang mengerjakan sintesis zat pendingin yang baru. Dia meminta untuk dikirimi satu tangki penuh gas tetrafluoroetilena ke laboratoriumnya, tetapi ketika dia membuka katupnya, tidak ada yang keluar. Dia bertanya-tanya apa yang telah terjadi, sehingga dia membuka tangkinya. Dia menemukan suatu zat putih yang sangat licin dan tidak reaktif. Gas tersebut telah berpolimer menjadi suatu zat yang sekarang disebut teflon. Teflon digunakan selama perang dunia II untuk membuat gasket dan katup untuk pabrik pembuat bom atom. Setelah perang, Teflon akhirnya menemukan jalannya ke dapur sebagai pelapis wajan anti lengket.

8. Catatan Berperekat

Di pertengahan tahun 1970-an, seorang kimiawan bernama Art Frey sedang bekerja untuk 3M divisi bahan perekat. Frey, si penyanyi koor, menggunakan secarik kecil kertas untuk menandai buku koornya, tetapi kertas itu selalu jatuh. Pada suatu waktu, dia ingat zat perekat yang telah dikembangkan beberapa tahun yang lalu tetapi ditolak karena tidak dapat merekatkan benda dengan baik. Hari Senin berikutnya, dia mengoleskan sedikit perekat yang “tak berguna” itu ke secarik kertas dan kertas itu bekerja dengan baik untuk penanda buku dan ketika diambil tidak meninggalkan residu. Dengan begitu ditemukanlah catatan berperekat berwarna kuning yang bisa ditempelkan di mana saja.

9. Penumbuh Rambut

Di akhir tahun tahun 1970-an, Minoxidil, yang dipatenkan oleh Upjohn, digunakan untuk mengendalikan tekanan darah tinggi. Pada tahun 1980, Dr. Anthony Zappacosta yang menyebutkan dalam surat yang diterbitkan oleh The New England Journal of Medicine bahwa salah seorang pasiennya yang hampir botak menggunakan Minoxidil untuk mengobati tekanan darah tinggi dan kepalanya yang botak mulai ditumbuhi rambut.
Para okter kulit mencatatnya, dan seorang dokter kulit, Dr. Virginia Fiedler-Weiss menghaluskan beberapa tablet Minoxidil dan membuat larutan untuk dioleskan ke kepala pasienya. Ternyata berhasil sehingga sekarang Minoxidil bisa didapatkan di bagian penjualan obat penumbuh rambut.

10. Lebih Manis Daripada Gula

Pada tahun 1879, seorang kimiawan yang bernama Fahlberg sedang mengerjakan suatu masalah sintesis di labnya. Secara tidak sengaja dia menumpahkan salah satu senyawa yang beru dibuatnya ke tangan, dan ternyata rasanya manis. Dia menamakan zat baru ini sakarin.
James Schlatter menemukan rasa manis pada aspartam saat sedang mengerjakan suatu senyawa yang digunakan untuk penelitian borok. Secara tidak sengaja jari-jarinya menyentuh salah satu ester yang dibuatnya. Dia mengetahui bahwa zat itu manis ketika dia menjilat jarinya saat mengambil secarik kertas.

Sumber : Kimia for Dummies, John T. Moore Ed.D

 Gak penasaran lagi kan sekarang ???
Sampai ketemu di postingan selanjutnya ya !!!

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Lingkaran


Assalamualaikum Wr. Wb..

Halo !!! Wie geht’s Ihnen ??

Ketemu lagi nih… di postingan yang kedua …
Setelah saya share mengenai sejarah blog dan apa saja yang ada di blog saya, kali ini saya akan membahas ilmu yang kata orang dan kata saya juga penting dan wajib buat dipelajarin. Kenapa?? Karena jika kita hidup tanpa ilmu ini gak kebayang banget deh …
Coba deh bayangin kalian gak bisa menghitung …. Kalian akan kesulitan dalam membeli apapun entah itu makanan atau barang-barang yang kalian suka. Tentu saja kita tidak akan bisa lepas dari ilmu yang satu ini…

Ya…. Ini dia… apa lagi kalau bukan MATEMATIKA….

Oke langsung ajah deh ya… gak usah banyak omong ini itu. 

Berhubung saya kelas XI SMA tentunya dan jurusan IPA, dan berhubung juga saya lagi belajar apa itu yang namanya LINGKARAN.. kalo gak salah itu bab terakhir di semester sekarang.

Saya hanya akan membahasnya sedikit saja ya.. setelah itu langsung ke soal-soal.. oke ?? biar kalian faham dan saya juga bisa tambah faham..

Sebelum itu tentunya kita harus tahu dulu apa itu lingkaran .

Lingkaran adalah himpunan/tempat kedudukan titik-titik pada bidang datar yang berjarak sama terhadap suatu titik tertentu.

Yang mesti dipelajari di bab ini yaitu :

A.    PERSAMAAN LINGKARAN
B.    BENTUK UMUM PERSAMAAN LINGKARAN
C.     KUASA TITIK TERHADAP LINGKARAN
D.    PERSAMAAN GARIS SINGGUNG LINGKARAN
E.     TALI BUSUR SEKUTU

Tapi, untuk kali ini saya hanya akan membahas mengenai persamaan lingkaran saja..
Yukkk langsung aja…

A.    PERSAMAAN LINGKARAN

·        Persamaan lingkaran dengan pusat (0,0) dan jari-jari =r




 

                                                                                                                                                     
·        Persamaan lingkaran dengan pusat (a,b) dan jari-jari =r




 


                                                                                                                                                                           
Segitu aja dulu ya materinya?? Ngerti gak ?? nggak ??

Langsung ke soal aja yuk biar cepet ngerti…
soalnya masih simple nih...
1.     Tulislah persamaan lingkaran dari unsure-unsur yang diketahui berikut.
a.     Pusat (0,0) dan jari-jari 6
b.     Pusat (4,3) dan jari-jari 4

Penyelesaian :

untuk a, karena pusatnya (0,0) maka pakai rumus kesatu...
tinggal disubstitusikan aja deh ...
gini nih...
maaf ya kalo tulisannya jelek.. heheheh ... yang penting masih kebaca kan??

untuk yang b, karena pusatnya (a,b) maka pake rumus yang kedua :
gini nih jadinya..


Ngerti kan guys ???
gampang kan???
soalnya ini sih baru permulaan... hehhheheh
tapi, insyaAllah untuk materi yang selanjutnya juga kalau kita kemauannya untuk bisa kuat, kita pasti bisa kok !!!
SEMANGAT !!!!!
sampai juga di postinganku selanjutnya ya !!!
oh ya, jangan lupa kalau mau copy paste sertakan sumber nya ya...
 http://irineurakhmahfauziah.blogspot.com/

mohon kritik dan sarannya juga ya !!! saya newbie soalnya dd dunia blog ...

sumber :
-Buku Matematika SMA kelas XI IPA Erlangga

-Buku Bahas Habis-habisan Semua Mata Pelajaran SMA XI IPA Mata Elang Media

Wasslamualaikum Wr. Wb